METAMORFOSIS ULAT DENGAN HAKIKAT PUASA

Oleh: Endang Suryaman

Dalam surat Fushilat ayat 53 Allah SWT berfirman: “akan kuperlihatkan kepada mereka (manusia) ayat-ayat-Ku dari segala penjuru dan dalam diri mereka, sehingga jelaslah bahwa Dia (Allah) adalah yang Haq/Paling benar”. Dari ayat ini kita bisa melihat bahwa ayat-ayat Allah itu sangat banyak sekali, baik yang tersurat (Al-Qur’an/Qouliyah) maupun yang tersirat (semua makhluk/Kauniyah)… termasuk diri kita sendiri diciptakan sebagai ayat-Nya.

Pada kesempatan kali ini marilah kita renungkan salah satu ayat Allah yang sangat kecil dan barangkali sering kita abai kan, yaitu “Ulat” , ulat ini kalau kita generalisir paling tidak memiliki 4 hal negatif, yaitu:

  1. Bentuk dan rupanya menakutkan

Marilah kita mengingat bentuk ulat, dari jaman dahulu waktu kita masih kecil sampai sekarang, bentuk rupa ulat ini tetap menakutkan bahkan jika kita mengingatnya saja membuat kita merinding apalagi jika melihat secara langsung

  1. Geraknya lambat

Dari begitu banyaknya ciptaan Allah SWT, ulat ini merupakan salah satu mahluk yang geraknya cukup lambat, bahkan jika kita bandingkan geraknya dengan mahluk yang lebih kicil seperti semut maka ulat ini kalah cepat dibandingkan dengan semut dalam geraknya.

  1. Perilakunya selalu menyebar teror terhadap makhluk yang lain

Jika kita perhatikan, apapun yang dihinggapi ulat ini pasti rusak, misal ulat ini hinggap di sebuah pohon atau tanaman maka dia akan memakan daunnya, bahkan para petani berusaha mempertahankan tanamannya dengan memakai pestisida (sejenis racun pembasmi hama) agar tanamannya tidak dimakan ulat, begitu juga jika ulat ini hinggap pada tubuh manusia maka kita akan merasakan gatal yang tak terhingga dan membekas di area tubuh kita.

  1. Tidak bisa jadi kebanggaan

Jika kita perhatikan makhluk atau hewan yang menyeramkan atau hewan buas, walaupun mereka menakutkan tetapi bisa dibanggakan, misalkan macan, di Jakarta ada julukan macan kemayoran untuk team kesebelasan Persija, di Bandung ada Maung Bandung dan sebagainya. Bahkan orang-orang berlomba-lomba memuat gambar/tatto pada tubuh mereka yang bergambar binatang buas seperti macan, ular, dan kalajengking… tapi kita akan sulit menemukan orang yang memakai tatto bergambar ulat.

Namun dengan izin Allah ulat itu membuat sarang yang dinamakan kepongpong lalu dia diam disitu selama 14-16 hari (menurut penelitian) dalam proses metamorposis ini ulat tidak makan tidak minum dan tidak bergaul dengan yang lainnya…. lalu perhatikan apa yang terjadi… ternyata, sifat negatif yang dimiliki ulat itu berubah seratus delapan puluh derajat menjadi sifat yang baik dan terpuji:

  1. Kalau tadinya rupa dan bentuknya sangat menakutkan dan menyeramkan tetapi setelah bermetamorposis ulat itu berubah bentuk menjadi kupu-kupu yang sangat cantik dan indah..
  2. Kalau tadinya geraknya sangat lambat maka sekarang kupu-kupu bisa melesat terbang dengan sayapnya
  3. Kalau tadinya selalu menebar teror dimana-mana maka sekarang ulat yang telah menjadi kupu-kupu itu berubah, menjadi selalu membawa berkah dan manfaat… karena hampir dipastikan ketika tidak ada kupu-kupu dan kumbang manusia tidak akan memakan buah-buahan, karena kumbang dan kupu-kupulah yang menyambungkan putik sari dengan benang sari sehingga dari bunga bisa menjadi buah..
  4. Jika ketika menjadi ulat tidak bisa membanggakan maka setelah bermetamorposis, kupu-kupu ini bisa jadi merek barang-barang ternama… sering kita menemukan barang-barang dengan merek buterfly, atau banyak sekali orang-orang yang memakai gambar kupu-kupu untuk dipasang jadi tatto di tubuhnya.

 

Mari kita ambil ibroh (pelajaran) dari ayat Allah yang bernama ulat ini, ulat ini hanya satu kali dalam seumur hidupnya (14-16 hari) saja tidak makan dan tidak minum (puasa) kemudian bisa berubah seratus delapan puluh derajat menjadi pribadi yang indah dan bermanfaat.

Lalu bagaimana dengan kita setiap tahun disediakan 30 hari untuk beribadah shaum, kalau kita tidak berubah menjadi lebih baik maka kita kalah dengan mahluk yang namanya ulat ini, padahal di dalam QS. At-Tin Allah berfirman bahwa kita mahluk yang diciptakan paling sempurna (fii ahsani takwiim).

Marilah kita berubah menjadi pribadi yang lebih bermanfaat dan lebih indah setelah melaksanakan ibadah shaum sebulan penuh ini, jika:

  1. Sebelum ibadah shaum kita itu menyeramkan dan sangat tidak bersahabat… maka marilah kita hiasi wajah kita ini dengan penuh senyum yang indah dan menentramkan setelah beribadah shaum
  2. Jika sebelum bulan ramadhan ini kita selalu lambat dan lalai untuk melaksanakan kebaikan maka setelah ramadham marilah kita buktikan bahwa kita paling cepat dan giat dalam kebaikan
  3. Jika sebelum ramadhan kita selalu menyebar ketidaknyamanan atau teror untuk orang lain maka marilah kita jadi pribadi yang sangat dirindukan kehadirannya oleh setiap orang karena hidup kita penuh manfaat bagi yang lain setelah ibadah shaum dibulan ini
  4. Terakhir walaupun nama kita tidak diukir di papan sebagai nama jalan raya… paling tidak ketika kita sudah tidak ada, kita akan selalu dikenang karna keindahan dan kemuliaan akhlak kita.

 

Marilah kita jadikan Ramadhan ini sebagai wahana untuk pembenahan pribadi kita seutuhnya agar menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat… dan semoga kita meraih gelar muttaqiin setelah ramadhan ini berlalu. Wallahua’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s