Kecerdasan Sosial

Selain kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual yang sering ingin segera diraih oleh setiap orang juga selalu digembor-gemborkan untuk mencapai sebuah kesuksesaan, ternyata disamping tiga kecerdasan tesebut ada juga kecerdasan sosial yang sangat berperan penting untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Dengan tidak mengenyampikan peran ketiga kecerdasan diatas justru harus saling melengkapi antara satu dan yang lainnya. jika kecerdasan sosial tidak dimilkiki oleh setiap manusia maka sehari-hari kita akaan disuguhi pemandangaan orang-orang yang punya gelar dan kedudukan yang tinggi akan tetapi mereka tidak peka dengan masyarakat sekitarnya, tidak bisa bergaul secara baik dengan tetangganya, sering menzalimi orang lain baik berupa perbuatan maupun perkataan. bahkan yang paling memilukan ketika mereka menjadi seorang pemimpin tidak peduli lagi dengan penderitaan rakyatnya.

 

Jauh sebelum para ahli membagi-bagi kecerdasan menjadi beberapa bagian, Al-Islam sekitar 14 abad yang lalu sudah mendorong umatnya agar memiliki kecerdasan tersebut. Melalui lisan Rasululloh saw yang mulia, diantaranya beberapa hadits berikut ini:

“seorang muslim yang sejati adalah yang bisa memberikan keselamatan/rasa aman terhadap muslim yang lain dari gangguan lisan dan tangannya”. (H.R. Muslim)

“bertakwalah dimanapun kamu berada dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik (niscaya perbuatan baik tersebut) akan menghapus perbuatan buruk, dan bergaullah beserta manusia dengan akhlaq yang baik”. (H.R.Muslim)

ketika Rosululloh saw sedang berkumpul dengan para sahabatnya Rosululloh saw bertanya kepada mereka: “Apakah kalian tahu siapa orang yang bangkrut? Kemudian para sahabat berkata: “orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang atau perhiasan walau sedikitpun” kemudian Rosululloh saw bersabda: ”orang yang bangkrut adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan serta merta membawa pahala shalat, zakat, dan puasa. Tetapi selain itu dia juga membawa setumpuk dosa dengan menghina seseorang, memukul seseorang, memfitnah seseorang, memakan harta orang tanpa izin, dan melukai seseorang, kemudian diberikanlah setiap pahala yang telah dia kumpulkan itu kepada orang-orang yang pernah didzalimi dan disakitinya tersebut, kemudian ketika pahalanya sudah habis sedangkan dosa-dosanya kepada orang lain masih banyak, maka dosa-dosa orang yang pernah didzaliminya tersebut diberikan kepada dia (jadilah dia orang yang bangkrut/dimasukkan ke dalam neraka)” (HR. Bukhari)

Dari beberapa hadits di atas menunjukan bahwa Islam sangat mendorong umatnya agar bisa bergaul beserta sesama dengan sebaik-baiknya pergaulan, yaitu dengan cara menghindari bentuk-bentuk penzaliman (penganiayaan) terhadap sesama baik melaui ucapan maupun perbuatan. bahkan Islam memberikan ancaman yang sangat berat kepada orang-orang yang sudah cerdas secara intelektual walau mereka sudah beramal sebanyak-banyaknya dengan ilmunya bahkan dengan hasil berupa bergunung-gunungnya pahala sekalipun, maka mereka akan dimasukan ke dalam kerugian yang abadi ketika mereka tidak memiliki kecerdasan sosial yang dibuktikan dengan sering menzalimi sesama baik melalui lisan maupun perbuatannya. wallahu a’lam bisshowab

Wassalam: Endang Suryaman

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s