Kebersihan Hati Berperan Penting dalam Menyerap Ilmu

Pada suatu ketika imam As-Syafi’i mengadukan permasalahan yang sedang ia hadapi kepada sang guru yang bernama imam Waqi’, permasalahannya yaitu ia merasakan kesulitan dalam belajar terutama menghafal, lalu dengan bijaksana sang guru berkata: “al-ilmu nurun wa nurullohi laa yuhda lil ‘asyi (ilmu itu cahaya dan cahaya Allah tidak mungkin dihadiahkan kepada orang yang suka berma’siat)”.

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi tentang proses masuknya ilmu pengetahuan ke dalam hati kita, yang memang kaitannya sangat erat sekali dengan upaya kita untuk senantiasa melakukan Tazkiyyah al-Qolb atau pensucian hati , yaitu dengan cara menjauhi sejauh mungkin perbuatan-perbuatan tercela, baik yang berupa maksiat atau bahkan

dosa yang sesat dan menyesatkan. Mungkin penggalan kisah Iman Syafi’i ini hanya sebagian kecil kisah para ulama besar yang mengajarkan agar kita semua menjauhi perbuatan ma’siat dan dosa, padahal sebagaimana kita ketahui dari literatur-literatur yang mashur bahwa Imam As-Syafii sudah hafal Al-Qir’an di usia 8 th, ternyata beliaupun pernah mengalami kesulitan belajar dan kesulitan menghafal, dan sang guru berpesan agar beliau menjauhi perbuatan maksiat, apalagi kita…. tentunya harus memperbanyak istighfar atas semua maksiat dan dosa yang telah kita lakukan apalgi bagi yang senantiasa ingin dipermudah dalam mencari ilmu.

Di dalam kitabnya yang terkenal, yaitu Ta’lim Muta’allim, Seikh Az-Zarnuji berkta:

وينبغى لطالب العلم أن يحترز عن الأخلاق الذميمة، فإنها كلاب معنوية، وقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لويا تدخل الملائكة بيتا فيه كلب أو صورة. وإنما يتعلم الإنسان بواسطة ملك.

“dan semestinya para pencari ilmu itu senantiasa menjauhi akhlaq yang madzmumah (tercela).Karena akhlak buruk itu ibarat anjing. Dan sungguh Rasulullah saw bersabda: “Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat gambar (yang seronok) atau anjing”. Padahal orang belajar itu dengan perantara malaikat”.

Selain apa yang dikatakan oleh Syaikh Az-Zarnuji tadi, banyak sekali yang mengibaratkan hati manusia ini, diantaranya ada yang menyebutkan bahawa hati manusia ibarat kolam, dimana di dalam kolam ini banyak tertampung ilmu yang diibaratkan air, jika kita tidak rajin membersihkan kolam  bukannya air yang akan tertampung, jusru air sendiri akan meluber keluar kolam, dan tidak ada yang tertampung dikolam kecuali lumpur yang kotor dan berbau busuk. Akan tetapi jika kita rajin membersihkan kolam tersebut apalagi jika digali makin dalam, maka bukan air yang dari luar saja yang masuk ke dalam kolam tersebut lebih dari itu kolam juga akan mengeluarkan mata air yang jernih.

Begitupun hati kita jika setiap harinya dibiarkan kotor dengan berbagai akhlak tercela, seperti: sombong, menghina, memfitnah, berbahasa kotor dan kasar, tidak berbakti kepada kedua orang tua, tidak hormat kepada guru, dan lain sebagainya. Maka ilmu akan sulit sekali kita raih karena hati kita sudah dipenuhi oleh kotoran-kotoran yang berbau busuk yang diakibatkan oleh akhlak tercela yang kita lakukan. Padahal jika kita rajin membersihkan hati kita dengan meninggalkan akhlaq yang tercela dan banyak berperilaku dengan akhlaq yang mulia, maka bukan ilmu yang kita cari dari luar saja yang akan masuk ke hati kita, akan tetapi hati dan fikiran kita akan melahirkan ilmu dan hikmah yang jauh lebih berguna dan orisinil, sebagaimana yang difirmankan Oleh Allah SWT, di dalam Al-Qur’an:

“Dan bertaqwalah kalian kepada Allah, maka Allah yang akan mengajari kalian” (Q.S. Al-Baqoroh:282).

Selain Ayat ini Rosululloh Saw juga bersabda:

“Barang siapa mengamalkan ilmu yang sudah dia ketahui, maka Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum dia ketahui”.

Melalui uraian singkat ini, marilah kita jaga dan bersihkan selalu hati kita dari kotoran-kotoran yang diakibatkan oleh akhlaq tercela yang kita lakukan, dan kita hiasi hati kita dari hari ke hari dengan akhlaq yang terpuji. semoga Allah SWT mempermudah kita di dalam meraih ilmu yang kita cari selama ini, dan lebih dari itu semoga Allah juga menghadirkan ilmu dan hikmah ke dalam hati kita. Amiin. Wallohu a’lam Bisshowab

Wassalam: Endang Suryaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s