PEREKEMBANGAN SOSIAL ANAK

Oleh: Tri anto
Dalam perkembangan menuju kematangan sosial, anak mewujudkan dalam bentuk-bentuk interkasi sosial diantarannya
1. Pembangkangan (Negativisme)
Bentuk tingkah laku melawan. Tingkah laku ini terjadi sebagai reaksi terhadap penerapan disiplin atau tuntutan orang tua atau lingkungan yang tidak sesuai dengan kehendak anak. Tingkah laku ini mulai muncul pada usia 18 bulan dan mencapai puncaknya pada usia tiga tahun dan mulai menurun pada usia empat hingga enam tahun.
Sikap orang tua terhadap anak seyogyanya tidak memandang pertanda mereka anak yang nakal, keras kepala, tolol atau sebutan negatif lainnya, sebaiknya orang tua mau memahami sebagai proses perkembangan anak dari sikap dependent menuju kearah independent.

PROSES PERKEMBANGAN POLA PIKIR PADA MANUSIA

Oleh: Endang Suryaman

Kapankah manusia mengetahui ilmu pengetahuan?

Pada awal manusia dilahirkan ke dunia manusia tidak mengetahui apapun tentang ilmu pengetahuan kecuali Nabi Adam a.s. sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah SWT di dalam Q.S. Al-Bbaqarah ayat 31, bahwa Allah SWT telah mengajarkan segala sesuatu kepada Nabi Adam a.s. Continue reading

METAMORFOSIS ULAT DENGAN HAKIKAT PUASA

Oleh: Endang Suryaman

Dalam surat Fushilat ayat 53 Allah SWT berfirman: “akan kuperlihatkan kepada mereka (manusia) ayat-ayat-Ku dari segala penjuru dan dalam diri mereka, sehingga jelaslah bahwa Dia (Allah) adalah yang Haq/Paling benar”. Dari ayat ini kita bisa melihat bahwa ayat-ayat Allah itu sangat banyak sekali, baik yang tersurat (Al-Qur’an/Qouliyah) maupun yang tersirat (semua makhluk/Kauniyah)… termasuk diri kita sendiri diciptakan sebagai ayat-Nya. Continue reading

“Karakter” Versi Ki Hadjar Dewantara

Oleh: Muthoifin (Guru Pesantren Hidayatullah, Solo)

Dalam beberapa buku karya Ki Hadjar Dewantara tidak dijumpai istilah “karakter”, dengan makna “akhlaq” dalam Islam. Tapi, secara inplisit istilah itu muncul dalam berbagai buku karangannya dengan istilah “budi pekerti”. Oleh Ki Hadjar, budi pekerti diletakkan sebagai jiwa atau ruh dari pengajarananya. Sebab, menurutnya, pengajaran dan budi pekerti ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Pengajaran atau pendidikan berarti menuntun tumbuhnya budi pekerti dalam hidup anak didik supaya mereka kelak menjadi manusia berpribadi yang beradab dan susila. (Ki Hadjar Dewantara, Bagian Pertama (Pendidikan), Yogyakarta: Majlis Luhur Tamansiswa, 1967). Continue reading

Umat Ihsan

Written by: Hamid Fahmy Zarkasyi

Pada Ramadhan tahun 1433 yang lalu saya mendapat undangan dari Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV), untuk tausiyah selama Ramadhan. Banyak pertanyaan dan pernyataan yang patut dijawab dan direnungkan. Salah satunya dari bang Nuim Khayyat, penyiar ABC dan tokoh senior masyarakat Indonesia. Katanya ketika ia pulang ke Indonesia ia dapati sambutan ramadhan dimana-mana, luar biasa meriahnya. Tapi, tanyanya, mengapa keghairahan ini tidak berpengaruh pada surutnya tindakan amoral, korupsi, kejahatan yang dilakukan umat Islam. Saya tidak sempat menjawab. Jawaban saya curahkan dalam tausiyah. Masalah pelaku tindakan amoral seperti koruptor, penipu raky Continue reading

Said ibnu Amir Sang Pemimpin Yang Bersahaja

0170Sa’id bin Amir, beliau adalah salah satu dari sahabat Rosululloh yang dikaruniai usia cukup panjang sehingga di masa kekhalifahan Umar bin Khatabpun beliau masih tetap berbakti demi kebangkitan Islam dan kesejahteraan kaum muslimin, dan khalifah Umarpun memberikan kepercayaan kepada Sa’id bin Amir untuk menjadi gubernur di daerah Himsa, setelah beberapa tahun, Umar bin Khatab memerintahkan para utusan dari setiap daerah untuk mengambil jatah bagi penduduk yang lemah dan miskin di setiap daerah tersebut, tidak terkecuali penduduk Himsa yang dipimpi Continue reading

Kecerdasan Sosial

Selain kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual yang sering ingin segera diraih oleh setiap orang juga selalu digembor-gemborkan untuk mencapai sebuah kesuksesaan, ternyata disamping tiga kecerdasan tesebut ada juga kecerdasan sosial yang sangat berperan penting untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Continue reading

Kebersihan Hati Berperan Penting dalam Menyerap Ilmu

Pada suatu ketika imam As-Syafi’i mengadukan permasalahan yang sedang ia hadapi kepada sang guru yang bernama imam Waqi’, permasalahannya yaitu ia merasakan kesulitan dalam belajar terutama menghafal, lalu dengan bijaksana sang guru berkata: “al-ilmu nurun wa nurullohi laa yuhda lil ‘asyi (ilmu itu cahaya dan cahaya Allah tidak mungkin dihadiahkan kepada orang yang suka berma’siat)”. Continue reading

Menyikapi Perbedaan Dengan Memperkuat Aqidah

Ketika kita bisa beribadah dengan tenang, shalat dengan begitu khusyunya, berpuasa dengan begitu semangatnya, bahkan shalat dan puasa sunah pun tak pernah kita lewatkan, itu akan menjadi hal yang biasa saja dan bukan hal yang istimewa jika kita lakukan ditengah-tengah lingkungan yang mayoritas penduduknya sama seperti itu, akan tetapi hal yang demikian akan menjadi sesuatu yang luar biasa dan sangat istimewa jika kita lakukan dilingkungan yang carut marut yang mayoritas orangnya senag berpoya-poya, yangdosa dianggap biasa, dan durhaka dirasa bangga, dan tidak ada cerminan ketaatan kepada sang Khaliq. Continue reading