PROSES PERKEMBANGAN POLA PIKIR PADA MANUSIA

Oleh: Endang Suryaman

Kapankah manusia mengetahui ilmu pengetahuan?

Pada awal manusia dilahirkan ke dunia manusia tidak mengetahui apapun tentang ilmu pengetahuan kecuali Nabi Adam a.s. sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah SWT di dalam Q.S. Al-Bbaqarah ayat 31, bahwa Allah SWT telah mengajarkan segala sesuatu kepada Nabi Adam a.s.

Kemudian bukti bahwa manusia tidak mengetahui apapun tentang ilmu pengetahuan ketika dia lahir, difirmankan oleh Allah SWT di dalam Q.S. An-Nahl ayat, 78 yang artinya: “dan Allah telah mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibu kalian, sedangkan kalian tidak mengetahui suatu apapun, lalau Allah menjadikan pada diri kalian pendengaran (kemampuan audio), penglihatan (kemampuan Visual), dan hati agar kalian bersyukur”.

Kita semua memang dilahirkan dalam keadaan tidak tahu suatu apapun, akan tetapi Allah Yang Maha Kuasa, telah menganugerahkan tiga anugerah besar yang dengannya kita bisa menggali berbagai macam ilmu pengetahuan, yaitu: pendengaran, cara pandang dan hati untuk memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Selain itu juga Alllah SWT telah menciptakan berbagai macam penomena yang terjadi di alam semesta sehingga manusia bisa mengambil berbagai macam pelajaran dari penomena-penomena alam tersebut, sehingga dari pelajaran tersebut yang digali melalui pendengaran, penglihatan dan disaring oleh hati nurani, maka lahirlah berbagai macam bentuk disiplin ilmu pengetahuan.

Dengan perlahan-lahan manusia berkembang dari bayi yang mungil menuju manusia sempurna secara pisik dan fsikis, bahkan pada masa perkembangannya manusia mengalami masa yang disebut dengan “Golden Age” (masa keemasan), dimana pada masa inilah dengan anugerah yang telah Allah berikan, manusia dengan mudah dan cepat bisa menyerap semua informasi yang dia dengar, dia lihat, dan dia pikirkan setiap yang terjadi dimuka bumi ini, dan pada akhirnya membuahkan ilmu pengetahuan.

Selanjutnya, pada masa-masa berikutnya manusia mencari jati diri dan menginginkan kesempurnaan, dengan dorongan dalam diri mereka inilah kemudian mereka berusaha mewujudkannya dengan bentuk tindakan yang disebut “belajar”. Namun tidak berhenti disini, proses belajar merupakan suatu proses yang sangat panjang dalam kehidupan seorang manusia (Thuulu az-zaman/ long life education), selain rentang waktu yang cukup panjang, proses belajar juga tidak hanya bisa dilakukan oleh seorang diri, akan tetapi banyak sekali dipengaruhi oleh eksternal diri manusia, baik teman bergaul, lingkungan atau berbagai macam kejadian di sekitarnya, kemudian pengaruh dari luar inilah yang dinamakan dengan “pendidikan”, dengan pendidikan inilah manusia bisa menggali berbagaimacam disiplin ilmu, karena dengan proses pendidikan ini manusia bisa menimba ilmu pengetahuan yang sangat beragam dan kompleks, sehingga pantaslah Islam mewajibkan proses pencarian ilmu ini sampai akhir hayat (ila al-lahd). Wallahu a’lam.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s